Anis Matta and The Power of SuperMan
Anis Matta and The Power of SuperMan
By Ade Winata
Sepertinya suatu hal yang sangat wajar bila kita katakan hampir semua orang mengenal tentang sosok pahlawan satu ini SuperMan, saya ingat waktu kecil bagaimana luar biasa nya acting Christopher Reeve dalam memerankan sekuel film SuperMan..
Dalam sebuah komunitas Pahlawan Super yang tergabung dalam Justice League yang isinya ada batman, Flash dkk, maka Superman lah yang terbaik, terkuat, tercepat dan segala macam.
Hal yang menarik dalam film SuperMan Return yang dirilis tahun 2006, dikala Lex Luthor sang musuh bebuyutan yang berhasil menciptakan daratan baru yang akan menyebabkan sebagian benua Amerika tertutup air, luar biasa nya sosok SuperMan ini mampu menyelesaikan masalah tersebut tanpa seorang jiwa pun mati atau terluka, itu lah luarbiasa nya SuperMan unbeatable so perfect.
Saya ingat dikala kecil sangat kagum dan menyukai SuperMan sebagaimana ribuan anak kecil lainnya saat itu.
Anis Matta, suatu cerita kader Dakwah yang mampu keluar dari Mainstream kader dakwah pada umumnya, dikala sekolah telah membuat sebuah tulisan yang hasil dari penelahaan pemikiran Nucholis Madjid, yang tentu jangan kan pada zaman nya AnisMatta, jaman nya saya kuliah saja seolah-olah ada ketabuhan untuk membaca pemikiran-pemikiran Caknur dan akan ada sebuah label kader nyelenh dll. Sehingga anis matta muncul sebagai kader yang memiliki daya intelektual, daya Kapasitas yang melejit jauh melampaui kader dakwah seumuran beliau dan senior-senior nya.
Namun sayang, Anis Matta tidak mampu seperti SuperMan yang mampu menyelamatkan Louis, daily planet tanpa terluka dan cacat penuh dengan kesempurnaan aksi seorang pahlawan, Anis Matta hanya mampu membuat PKS tak terpuruk setelah kejadian LHI, daya persuasi Anis Matta yang menggelora dan mengorbarkan semangat Indonesia hanya mampu bertahan dalam tataran elektabilitas 7-8 persen jauh dibawah 20 % target PKS.
Saya Minggu-minggu ini sedang menamatkan Buku Unlimited Power nya Anthony Robbins, ada banyak sekali insight dan Action Plan luar biasa yang saya dapatkan salah satunya tentang Modelling.
Dalam kemajuan dunia Motivasional hari ini, bahwa Seseorang siapapun dia mampu kita tiru sehingga hasil yang kita dapatkan pun tidak akan jauh berbeda dengan orang tersebut, Asal kita tahu sistem kepercayaan, Strategi nya dan Fisiologi gerak tubuh nya. Dan sebagai mana dalam hidup pun banyak dari kita memodelling tingkah laku baik Orang tua, lingkungan, teman dll.
Dalam buku Ma'aalim fi Ath-Thoriq nya Sayyid Quthb di bab 2, beliau membahas bagaimana ciri generasi Qurani yang Unik , generasi terbaik sepanjang jalan yang pernah muncul dan bagaimana sistem kepercayaan mereka dan apa yang menyebabkan orang-orang terbaik sepanjang masa yang biasanya hanya muncul 1 atau dua orang dalam dekade waktu dan tempat yang berbeda, berkumpul dalam satu komunitas, satu waktu dan satu periode yang disebut Era Shahabat yang akhirnya memutarbalikkan Dunia baik dalam tataran budaya, ekonomi, militer dll. Yang intinya memodelling seseorang yang Excellent.
Kekaguman saya pada SuperMan dan ribuan anak-anak lainnya seolah-olah percuma dan tiada artinya, karena SuperMan bukan sesuatu yang bisa di Modelling, siapa yang bisa menjadi seperti SuperMan yang mampu mengalahkan kejahatan dan problem didunia dengan kekuatan otot nya yang bisa memutar Bumi, Laser dimata nya yang mampu menembus apapun dan segala macam kekuatannya yang tidak mungkin ditiru dan dimodelling.
Berbeda dengan SuperMan, Anis Matta yang selama ini sangat dikagumi oleh Kader Dakwah adalah sebagaimana manusia pada dasarnya namun hanya memiliki sistem Kepercayaan, Strategi dan fisologi yang berbeda sehingga menghasilkan Anis Matta yang menggelorakan semangat Indonesia dan Anis Matta sesuatu hal yang mungkin.
Dan kenyataan pahitnya seorang Anis Matta saja tidak mampu membuat PKS menembus target 3 besar dengan elektabilitas 20 %, Partai dakwah ini butuh lebih dari 1 Anis Matta bahkan kita perlu Anis Matta di tiap kecamatan atau kelurahan sehingga daya mengobarkan semangat Indonesia akan menjadi momentum kemenangan.
Harus ada sebuah usaha dan pola pikir "Kader Oriented" yang mengcreate dan menjalankan sistem yang memunculkan Anis Matta-anis matta disetiap lini kepemimpinan di partai ini.
By Ade Winata
Sepertinya suatu hal yang sangat wajar bila kita katakan hampir semua orang mengenal tentang sosok pahlawan satu ini SuperMan, saya ingat waktu kecil bagaimana luar biasa nya acting Christopher Reeve dalam memerankan sekuel film SuperMan..
Dalam sebuah komunitas Pahlawan Super yang tergabung dalam Justice League yang isinya ada batman, Flash dkk, maka Superman lah yang terbaik, terkuat, tercepat dan segala macam.
Hal yang menarik dalam film SuperMan Return yang dirilis tahun 2006, dikala Lex Luthor sang musuh bebuyutan yang berhasil menciptakan daratan baru yang akan menyebabkan sebagian benua Amerika tertutup air, luar biasa nya sosok SuperMan ini mampu menyelesaikan masalah tersebut tanpa seorang jiwa pun mati atau terluka, itu lah luarbiasa nya SuperMan unbeatable so perfect.
Saya ingat dikala kecil sangat kagum dan menyukai SuperMan sebagaimana ribuan anak kecil lainnya saat itu.
Anis Matta, suatu cerita kader Dakwah yang mampu keluar dari Mainstream kader dakwah pada umumnya, dikala sekolah telah membuat sebuah tulisan yang hasil dari penelahaan pemikiran Nucholis Madjid, yang tentu jangan kan pada zaman nya AnisMatta, jaman nya saya kuliah saja seolah-olah ada ketabuhan untuk membaca pemikiran-pemikiran Caknur dan akan ada sebuah label kader nyelenh dll. Sehingga anis matta muncul sebagai kader yang memiliki daya intelektual, daya Kapasitas yang melejit jauh melampaui kader dakwah seumuran beliau dan senior-senior nya.
Namun sayang, Anis Matta tidak mampu seperti SuperMan yang mampu menyelamatkan Louis, daily planet tanpa terluka dan cacat penuh dengan kesempurnaan aksi seorang pahlawan, Anis Matta hanya mampu membuat PKS tak terpuruk setelah kejadian LHI, daya persuasi Anis Matta yang menggelora dan mengorbarkan semangat Indonesia hanya mampu bertahan dalam tataran elektabilitas 7-8 persen jauh dibawah 20 % target PKS.
Saya Minggu-minggu ini sedang menamatkan Buku Unlimited Power nya Anthony Robbins, ada banyak sekali insight dan Action Plan luar biasa yang saya dapatkan salah satunya tentang Modelling.
Dalam kemajuan dunia Motivasional hari ini, bahwa Seseorang siapapun dia mampu kita tiru sehingga hasil yang kita dapatkan pun tidak akan jauh berbeda dengan orang tersebut, Asal kita tahu sistem kepercayaan, Strategi nya dan Fisiologi gerak tubuh nya. Dan sebagai mana dalam hidup pun banyak dari kita memodelling tingkah laku baik Orang tua, lingkungan, teman dll.
Dalam buku Ma'aalim fi Ath-Thoriq nya Sayyid Quthb di bab 2, beliau membahas bagaimana ciri generasi Qurani yang Unik , generasi terbaik sepanjang jalan yang pernah muncul dan bagaimana sistem kepercayaan mereka dan apa yang menyebabkan orang-orang terbaik sepanjang masa yang biasanya hanya muncul 1 atau dua orang dalam dekade waktu dan tempat yang berbeda, berkumpul dalam satu komunitas, satu waktu dan satu periode yang disebut Era Shahabat yang akhirnya memutarbalikkan Dunia baik dalam tataran budaya, ekonomi, militer dll. Yang intinya memodelling seseorang yang Excellent.
Kekaguman saya pada SuperMan dan ribuan anak-anak lainnya seolah-olah percuma dan tiada artinya, karena SuperMan bukan sesuatu yang bisa di Modelling, siapa yang bisa menjadi seperti SuperMan yang mampu mengalahkan kejahatan dan problem didunia dengan kekuatan otot nya yang bisa memutar Bumi, Laser dimata nya yang mampu menembus apapun dan segala macam kekuatannya yang tidak mungkin ditiru dan dimodelling.
Berbeda dengan SuperMan, Anis Matta yang selama ini sangat dikagumi oleh Kader Dakwah adalah sebagaimana manusia pada dasarnya namun hanya memiliki sistem Kepercayaan, Strategi dan fisologi yang berbeda sehingga menghasilkan Anis Matta yang menggelorakan semangat Indonesia dan Anis Matta sesuatu hal yang mungkin.
Dan kenyataan pahitnya seorang Anis Matta saja tidak mampu membuat PKS menembus target 3 besar dengan elektabilitas 20 %, Partai dakwah ini butuh lebih dari 1 Anis Matta bahkan kita perlu Anis Matta di tiap kecamatan atau kelurahan sehingga daya mengobarkan semangat Indonesia akan menjadi momentum kemenangan.
Harus ada sebuah usaha dan pola pikir "Kader Oriented" yang mengcreate dan menjalankan sistem yang memunculkan Anis Matta-anis matta disetiap lini kepemimpinan di partai ini.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda