Kamis, 17 April 2014

Belajar dari Agama Sempalan Scientology

Belajar dari Agama Sempalan Scientology

By Ade Winata

Mungkin beberapa dari kita belum pernah mendengar ajaran ini namun kalau Tom Cruise tentu pernah.

Iya bintang utama Top Gun dan Jerry Maguire tersebut salah satu jamaah nya, agama ini pun mencuat setelah kisruh Tom cruise dengan katie holmes , salah satu sebabnya karena kepercayaan Scientology yang coba di internalkan ke anak satu-satunya mereka

Scientology merupakan aliran yang cukup ngetop dianuti oleh selebritis hollywood dan orang- orang Top Dunia.

Sebagaimana aliran sempalan yang sudah pasti sesat dan menyesatkan, ada hal menarik yang dimiliki oleh aliran ini sehingga begitu banyak pesohor yang bergabung dan pengikut nya begitu antusias dalam mengkampanyekannya.

Aliran ini berpusat pada agar setiap pengikutnya nya mencapai peak performance dalam hidupnya, ini menjadi daya tarik luarbiasa bagi setiap individu yang dalam hidup memang dirudung masalah salah satunya Tom Cruise yang merasakan manfaat yang begitu banyak dikala joint dengan aliran ini. Sehingga penganutnya cukup militan dan loyal.

Kembali ke gerakan-gerakan islam yang banyak kali modal yang dimiliki hanya kuantitas kader, bukan uang, media televisi, jaringan media cetak dll, harus menjadi PR bagaimana kuantitas ini berjalan seiiringan dengan kualitas tiap person nya.

Sudah saat nya Ormas dan gerakan Islam memiliki Sistem pengembangan Kapasitas Kadernya, dari awal masuk sudah ada training dasar dan berjenjang sehingga kader islam mampu menjawab tantangan Zaman dan kebutuhan masyarakat.

Karena umumnya seseorang itu akan lebih aktif dan aware dalam agenda sosial non profit dikala kebutuhan dasarnya terpenuhi sebagaimana segitiga kebutuhan Abraham Maslow, sulit bila kita berharap seseorang totalitas dalam kerja dakwah kala biaya pendidikan anaknya atau kebutuhan dasarnya belum terpenuhi.

Saat ini era dimana Individulis dan materialisme menjadi panglima, gerakan dan ormas islam harus "Kader oriented" sejauh mana nilai manfaat yang mampu diberikan sejauh itu lah kontribusi yang akan diberikan oleh person tersebut.

Saya ingat tulisan pendiri ActionCoach lembaga coaching bisnis terbesar didunia, Brian Tracy,

"Take care your employee so your employee take care your Bisnis"

Dikala kita tidak berorientasi dengan perkembangan kader dan menganggap penting pertumbuhan kapasitas kader tidak mungkin kader tersebut mau berlelah-lelah memperjuankan target dan tujuan ormas atau gerakan Islam.

Salah satu partai islam dalam action plan nya merebut 20 % elektabilitas menggunakan logika 1 kader mempersuasi 40 orang, hal yang sangat masuk akal namun cukup sulit bila SDM nya tidak siap.

Sehingga logika "kader oriented" sangat harus diterapkan di era gelombang ke 3 ini, agar orang seperti ahok, ganjar, risma, prabowo dll lahir dari Organisasi Dakwah.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda