Kepahlawanan
Kepahlawanan
By Ade Winata
Satu hal yang saya tersadar dari dialog kebangsaan yang dibawakan oleh Anis Matta yang diadakan KAMMI Batam, hal yang membuka sebab bagi saya mengapa beliau mengusung soeharto sebagai pahlawan (CMIIW) dalam salah satu iklan partai nya beberapa tahun yang lalu.
Kepahlawanan soeharto bukan dikala ia memimpin selama 32 tahun berkuasa tapi 10 tahun setelah reformasi sampai meninggal nya soeharto. Anis matta yang berdialog dengan orang-orang dekat soeharto, menggambarkan kegiatan soeharto setiap hari menonton televisi dimana ia dihujat dan dicaci oleh bekas murid dan orang-orang yang dulu dibawah kekuasaannya, tanpa reaksi hanya diam dan menonton tidak memaki bahkan membalas, padahal soeharto masih memiliki jaringan dan loyalis yang solid. Bila kita membaca sepak terjang ali moertopo mengarsiteki politik orde baru dan segala persaingan antara ali mortopo dan soemitro maka kita sadar ada orang yang lebih cerdas dibalik mereka yang mampu mengharmonisasikan bintang-bintang terang di tentara.
Mungkin hal ini mirip dengan yang dilakukan oleh bung karno disaat presiden seumur hidup dan founding father bangsa ini dilucuti dan dihinakan oleh rezim di rumah pengasingan yang bahkan keluarga aja sulit untuk datang, dikala tentara-tentara loyalis soekarno dari AL berinisiatif untuk membalas AD dan meminta izin soekarno lebih memilih mengorbankan dirinya untuk pergantian zaman sama dengan soeharto memilih mengorbankan egonya demi transisi demokrasi.
Saya terbayang dengan negara-negara gagal yang diakibatkan pemimpin nya tidak rela mengorbankan egonya demi kepentingan persatuan dan sampai hari ini bertumpah darah dan takberhenti dalam kemelut konflik horizontal vertikal.
Betapa beruntungnya bangsa ini.
Disaat menjadi pemimpin keinginan pribadi tidak relevan, pilihan pribadi tidak relevan. Kepentingan dan pilihan bersama lah yang seharusnya dikepala kita

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda