Kamis, 17 April 2014

Ketika Nil enggan mengalir

Muhammad Abduhu wa rasulullah yang akhirnya berhasil menegakkan dinnullah dikota makkah dan mengahapus segala penghambaan pada berhala yang merupakan sebuah kesyirikan yang menjadi musuh utama dakwah para nabi dan selalu menjadi pihak yang bersebrangan dengan tauhid yang murni. Menjelang kewafatan rasulullah beliau telah memberikan sebuah landasan yang kuat kepada para sahabat nya sehingga keluar lah dari diri mereka karakter terbaik yang pernah dimiliki manusia.

Para shahabat pasca meninggalnya rasulullah menyebar dalam menegakkan tauhid yang haq dengan berbagai cara.  Era  Khalifatur Rasul yang berhasil meredam kemunafikan dan menghancurkan para nabi palsu di seantero jazirah arab menjadi sebuah pengokoh tegak nya Daulah Islamiyah yang akan menjadi komunitas tandingan dari 2 negara adidaya saat itu (Romawi dan persia).

Wafat nya abu bakar digantikan oleh Amirulmukminin Alfaruq yang mampu membawa seluruh komunitas islam dalam kecermelangan dan kemuliaan. Di era inilah Kekuasaan Kisra raja persia yang agung ditaklukkan menjadi kisah akhir persia  dan di era inilah kaisar Romawi terpaksa memidahkan kerajaan nya dari Baitul Maqdis ke Konstantin.  Era ini membuktikan bahwa Kekokohan Aqidah mampu membawa yang tidak diperhitungkan menjadi kekuatan besar yang tak terbendung.

Negri-negri yang awalnya diliputi dengan keputusasaan ditengah kezaliman kekuasaan romawi dan persia mulai satu demi satu dibuka oleh AlFaruq dan hingga akhirnya bumi para nabi berhasil dibuka tanpa perlawanan dikarenakan semakin tak terbendung nya islam.

ada sebuah kisah menarik, setelah dibukannya mesir.  Kala itu ada sebuah tradisi yang selalu dijalankan oleh masyarakat nasrani disana, 12 malam setelah bulan bu'unah, para pendeta akan mencari seorang perawan dan menghiasinya lalu dilempar ke sungai nil agar air nya tetap mengalir dan deras.  Amar bin ash yang saat itu merupakan amir dan komandan pembuka mesir mengatakan
tradisi ini tidak mungkin terulang dalam islam
Terhentinya tradisi tersebut ternyata benar membuat nil semakin surut dan mengering, dan para penduduk sudah bersiap untuk mengungsi hal ini menyebabkan amar bin ash berkonsultasi kepada Alfaruq terhadap hal ini.  Umar membalas dengan sebuah surat dan menyatakan bahwa kebijakan yang dilakukan oleh Amr telah benar  dan menyruuh untuk melempar surat tersebut ke nil.Dan dalam semalam  sungai nil kembali mengalir....Inilah Isi surat tersebut
Dari Hamba Allah Umar bin Al-Khathhab kepada Sungai nil milik penduduk Mesir, Amma ba'du, Jika engkau mengalir karena dirimu dan atas keinginan mu sendiri maka tidak perlu kau mengalir dan kami tidak begitu membutuhkan dirimu tetapi jika engkau mengalir karena perintah Allah Yang maha Esa dan perkasa, sebab Dialah yang membuat mu mengalir maka kami bermohon kepada Allah agar membuat mu mengalir

Oleh: Ade Winata
Ref: Albidayah wan Nihayah (Ibnu Katsir)

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda